Penjualan Tesla Anjlok di Tiongkok, Skandal Keamanan Meledak

Krisis melanda Tesla di Tiongkok. Data terbaru menunjukkan penjualan mobil listrik asal Amerika Serikat itu jatuh ke titik terendah dalam tiga tahun terakhir.

Berdasarkan laporan Asosiasi Kendaraan Penumpang Tiongkok, Tesla hanya mampu menjual 26.006 unit sepanjang Oktober 2025—anjlok lebih dari 45 % dibanding bulan sebelumnya.

Pangsa pasarnya pun terjun dari 8,7 % menjadi hanya 3,2 %.

Penurunan drastis ini bukan sekadar soal persaingan. Dalam beberapa pekan terakhir, media Tiongkok memberitakan sejumlah keluhan konsumen terkait kegagalan sistem bantuan pengemudi pada model Tesla terbaru, yang diduga tidak mampu mengenali pejalan kaki di kondisi minim cahaya.

Dua insiden tabrakan fatal di Chongqing dan Nanjing memperburuk citra merek yang selama ini dianggap pionir mobil listrik dunia itu.

Di sisi lain, produsen lokal justru memanfaatkan momentum ini. Xiaomi Motors, meskipun tengah diterpa tuduhan serupa terkait sistem keselamatan, mencatat lonjakan penjualan hingga 48.654 unit di bulan yang sama.

Strategi agresif Xiaomi dengan harga lebih rendah dan promosi ekosistem teknologi terintegrasi tampaknya lebih berhasil merebut kepercayaan publik Tiongkok.

Analis industri menilai Tesla kini berada di persimpangan berbahaya. Setelah sempat menjadi simbol globalisasi industri kendaraan listrik, dominasi Tesla di pasar terbesar dunia kini goyah.

Upaya menekan harga untuk menyaingi merek lokal terbukti tidak cukup, sementara masalah reputasi justru mempercepat penurunan minat konsumen.

Efek domino mulai terasa. Investor mempertanyakan strategi ekspor Tesla dari Shanghai yang kini diarahkan lebih banyak ke Eropa dan Timur Tengah—indikasi bahwa permintaan domestik menurun tajam.

Bursa saham Nasdaq mencatat penurunan harga saham Tesla sebesar 6,4 % dalam dua hari terakhir, salah satu koreksi terburuk sejak 2023.

Di Tiongkok sendiri, para pakar menilai tahun 2025 menjadi titik balik industri otomotif global.

Lonjakan kapasitas produksi, perang harga, dan kejatuhan merek asing menandai babak baru: pasar mobil listrik tak lagi ditentukan oleh inovasi, melainkan oleh kecepatan adaptasi terhadap perilaku konsumen lokal.

Bagi banyak pengamat, kejatuhan Tesla di Tiongkok adalah peringatan keras bahwa masa depan otomotif tidak lagi berada di tangan perusahaan yang paling canggih, melainkan yang paling memahami psikologi pasar dan mampu menjaga kepercayaan publik.

Ketika keamanan dipertanyakan dan harga menjadi senjata utama, status ikonik Tesla tampak rapuh di hadapan realitas industri yang berubah begitu cepat.

Archives (Arsip Berita)


PertaliteRp. 10.000
Pertamax 92Rp. 12.750
Pertamax Turbo 98Rp. 13.750
Pertamina DexRp. 15.000
*Harga bisa berubah sewaktu-waktu
Super RON 92Rp. 13.000
V-Power RON 95Rp. 13.630
V-Power DieselRp. 15.250
V-Power Nitro+Rp. 13.890
*Harga bisa berubah sewaktu-waktu
BP UltimateRp. 13.630
BP 92Rp. 13.000
BP Ultimate DieselRp. 15.250
*Harga bisa berubah sewaktu-waktu
Revvo 92Rp. 13.000
Diesel PrimusRp. 15.250
*Harga bisa berubah sewaktu-waktu