Dunia otomotif dan riding lifestyle selalu memiliki cerita unik dari setiap pelakunya. Salah satunya datang dari Neng Nura, lady rider asal Majalaya, Bandung yang dikenal aktif di dunia touring dan olahraga ekstrem.
Perempuan kelahiran Bandung, 1 November 1990 ini kini berusia 35 tahun. Sejak usia remaja, tepatnya saat duduk di bangku SMP, Neng Nura sudah mulai jatuh cinta dengan dunia motor.
Ketertarikan tersebut bukan sekadar hobi biasa, melainkan menjadi bagian dari identitas dirinya hingga sekarang.

Bagi Neng Nura, berkendara motor bukan hanya aktivitas jalan-jalan. Motoran menjadi ruang kebebasan sekaligus terapi mental. Ia mengaku aktivitas riding mampu mengusir rasa sepi dan kejenuhan.
Menurutnya, berada di atas motor memberi kesempatan untuk meluapkan kegabutan, menikmati perjalanan, sekaligus menemukan ketenangan pikiran. Motoran menjadi cara sederhana untuk kembali merasa hidup.
Sebagai penggemar extreme sport, Neng Nura tampil percaya diri di setiap perjalanan. Ia menilai daya tarik seorang rider muncul dari rasa nyaman terhadap diri sendiri.
Kepercayaan diri menjadi hal yang membuat seseorang terlihat menarik saat berada di jalan, bukan sekadar motor atau gaya berpakaian.
Dalam urusan pasangan, Neng Nura memiliki kriteria jelas. Ia menyukai pria yang sama-sama hobi touring, bersikap royal, baik hati, dan penyayang.

Baginya, kesamaan hobi menjadi fondasi penting dalam membangun hubungan, karena perjalanan panjang membutuhkan partner yang sejalan secara karakter dan gaya hidup.
Di balik sosoknya yang aktif di dunia otomotif, Neng Nura mengaku memiliki intuisi kuat dalam membaca karakter seseorang hanya dari tatapan mata.
Kemampuan tersebut menjadi sisi personal yang tidak banyak diketahui orang di luar lingkaran dekatnya.
Memasuki usia 35 tahun, harapan Neng Nura terdengar sederhana namun bermakna. Ia ingin tetap sehat, hidup bahagia, dan mencapai kondisi finansial yang mapan.
Baginya, keseimbangan hidup menjadi tujuan utama di fase kehidupan saat ini.
Ia juga menyampaikan pesan untuk dunia riding dan touring Indonesia. Menurutnya, di jalan raya semua rider memiliki satu kesamaan, yaitu hobi berkendara.
Perbedaan jenis motor maupun outfit tidak seharusnya menjadi alasan untuk merasa lebih tinggi dari rider lain.
Mau motor apa pun atau outfit semahal apa pun, ketika sudah di jalan semua adalah keluarga sesama pecinta roda dua yang harus saling menghargai, bukan merasa sebagai penguasa jalanan.





