| Redaksi OtomotifNews.com
Era mobil listrik dengan teknologi autopilot membawa kemudahan baru di jalan raya. Namun di balik kecanggihan itu, muncul pertanyaan serius: apakah mobil yang dikendalikan komputer ini bisa diserang virus seperti laptop atau ponsel? Jawabannya—secara teknis, bisa. Tapi bentuknya jauh lebih kompleks daripada sekadar “kena malware.”
Mobil listrik modern berteknologi autopilot adalah komputer beroda. Ia dilengkapi sistem operasi otomotif, konektivitas internet permanen, serta jaringan sensor dan kamera yang dikendalikan perangkat lunak.
Semua ini membuat mobil cerdas memiliki apa yang disebut attack surface, atau permukaan serangan digital, layaknya perangkat teknologi lainnya.
Peneliti keamanan siber otomotif menegaskan, ancaman bukan berasal dari virus biasa. Sistem operasi mobil tidak menjalankan Windows atau Android versi bebas, melainkan sistem tertutup dengan lapisan enkripsi dan autentikasi berlapis. Namun, celah tetap bisa muncul dari beberapa titik kritis.
Potensi Serangan Siber pada Mobil Listrik Beberapa jenis serangan yang mungkin terjadi di kendaraan autopilot antara lain:
Firmware palsu melalui pembaruan OTA (Over-The-Air). Jika autentikasi digital tidak kuat, hacker bisa menyusupkan firmware modifikasi.
Eksploitasi konektivitas Wi-Fi, Bluetooth, atau seluler. Kerentanan pada sistem infotainment bisa dijadikan pintu masuk menuju jaringan internal kendaraan.
Manipulasi sensor dan kamera. Peneliti keamanan pernah membuktikan bahwa stiker kecil di rambu lalu lintas dapat mengelabui sistem pengenalan visual mobil otonom.
Pencurian data pengguna. Beberapa kendaraan menyimpan data lokasi, pola mengemudi, dan riwayat perjalanan yang bernilai tinggi bagi pelaku kejahatan siber.
Produsen besar seperti Tesla, BYD, Hyundai, dan Mercedes-Benz kini memiliki unit keamanan siber otomotif khusus.
Setiap pembaruan perangkat lunak disertai tanda tangan digital dan sistem isolasi domain—artinya, sistem hiburan tidak bisa langsung mengakses kontrol utama seperti kemudi atau rem.
Meskipun demikian, tidak ada sistem yang sepenuhnya kebal. Ancaman terbesar datang dari serangan bertarget, sabotase industri, atau pencurian data berskala besar.
Bagi pengguna biasa, risiko tetap kecil selama kendaraan selalu menerima pembaruan resmi dari pabrikan.
Kesimpulan Mobil listrik autopilot bisa diserang secara digital, tetapi tidak mudah “kena virus” dalam arti tradisional. Ancaman sebenarnya terletak pada kelemahan arsitektur sistem, bukan pada file yang diputar lewat USB.
Dunia otomotif kini tengah bertransformasi menjadi dunia IT dengan taruhan lebih tinggi—karena di jalan raya, satu bug bisa berarti kehilangan kendali, bukan sekadar kehilangan data.





