Ban Kempes Sendiri Meski Sering Dipakai dan Tidak Bocor? Ini Penjelasannya!

Banyak pemilik mobil dan motor dibuat bingung oleh satu kondisi yang terlihat sepele namun menjengkelkan: ban sering kempes sendiri, padahal kendaraan rutin dipakai dan tidak ditemukan kebocoran.

Setelah dicek, tidak ada paku, tidak ada sobekan, bahkan sudah direndam air dan tetap tidak muncul gelembung. Fenomena ini nyata dan memiliki penjelasan teknis yang masuk akal.

Ban tidak selalu harus bocor untuk kehilangan tekanan angin. Ada beberapa faktor fisika, material, hingga kebiasaan penggunaan yang menyebabkan tekanan ban terus menurun secara perlahan.

Tekanan Ban Bukan Sistem Tertutup Sempurna

Hal pertama yang perlu dipahami, ban bukan sistem tertutup 100 persen. Material karet, meski tampak padat, memiliki pori mikro. Melalui pori inilah molekul udara dapat keluar secara perlahan, proses ini disebut air permeation.

Ban modern dirancang untuk menekan permeasi ini, namun tidak bisa menghilangkannya sepenuhnya. Dalam kondisi normal, tekanan ban bisa turun sekitar 1–2 psi per bulan tanpa ada kebocoran sama sekali. Ini adalah kondisi yang dianggap wajar oleh pabrikan ban.

Pengaruh Suhu dan Hukum Fisika

Suhu memiliki pengaruh besar terhadap tekanan ban. Berdasarkan hukum gas ideal, ketika suhu turun, tekanan juga ikut menurun. Banyak pengendara tidak menyadari bahwa:

  • Perbedaan suhu malam dan siang
  • Perubahan cuaca
  • Parkir di tempat dingin lalu digunakan di siang hari, semuanya mempengaruhi tekanan ban.

Ban yang diisi saat panas akan terlihat kempes ketika suhu turun. Kondisi ini sering disalahartikan sebagai ban bocor, padahal murni efek termal.

Velg dan Katup, Sumber Masalah yang Sering Diabaikan

Jika ban kempes terus meski tapak masih tebal, perhatian harus diarahkan ke velg dan katup.

  1. Katup angin aus atau retak Karet pada katup bisa mengeras karena usia dan paparan panas. Retakan mikro sering tidak terlihat, tetapi cukup untuk membiarkan udara keluar perlahan.
  2. Dudukan ban dan velg tidak rapat Velg yang sudah tua, teroksidasi, atau sedikit peyang bisa menyebabkan seal antara ban dan velg tidak sempurna. Udara keluar perlahan tanpa suara atau gelembung besar. Kasus ini sering terjadi pada velg racing aluminium atau velg yang pernah menghantam lubang keras.

Ban Tubeless Tetap Bisa Kehilangan Angin

Banyak orang mengira ban tubeless kebal kempes. Faktanya, ban tubeless tetap bisa kehilangan tekanan karena:

  • Seal bead melemah
  • Kotoran masuk di antara ban dan velg
  • Cairan sealant mengering

Pada motor yang sering dicuci atau terkena lumpur, kotoran halus bisa masuk ke area bead dan merusak kerapatan.

Usia Ban dan Kualitas Material

Ban memiliki usia pakai, bukan hanya dilihat dari ketebalan tapak. Karet ban yang menua akan mengalami:

  • Pengerasan
  • Retak mikro
  • Penurunan elastisitas

Ban yang berusia lebih dari 3–5 tahun lebih rentan mengalami kehilangan tekanan meski tampak masih layak. Informasi usia ban bisa dilihat dari kode produksi DOT di dinding ban.

Pengaruh Beban dan Tekanan

Kendaraan yang sering membawa beban berat atau digunakan dengan tekanan angin di bawah rekomendasi pabrikan akan mempercepat kehilangan tekanan.

Tekanan rendah membuat dinding ban bekerja lebih keras, meningkatkan panas dan memperbesar permeasi udara.

Ini sering terjadi pada:

  • Mobil yang sering membawa muatan
  • Motor yang dipakai berboncengan jarak jauh
  • Kendaraan niaga ringan
  • Kebiasaan Mengisi Angin yang Keliru
  • Mengisi angin juga memiliki teknik.

Kesalahan umum meliputi:

  • Mengisi ban saat baru dipakai jauh
  • Mengandalkan feeling, bukan alat ukur
  • Tidak mengecek ulang setelah beberapa hari
  • Tekanan ideal seharusnya diukur saat ban dingin, sebelum kendaraan digunakan.

Apakah Ini Berbahaya?

Ban yang kehilangan tekanan secara perlahan tetap berbahaya jika dibiarkan. Tekanan rendah menyebabkan:

  • Konsumsi BBM lebih boros
  • Handling menurun
  • Risiko overheat ban
  • Keausan tapak tidak merata

Dalam jangka panjang, kondisi ini bisa memicu kerusakan struktural ban.

Cara Mencegah Ban Kempes Sendiri

Beberapa langkah pencegahan yang disarankan:

  • Cek tekanan ban minimal dua minggu sekali
  • Ganti katup setiap kali ganti ban
  • Bersihkan velg secara berkala
  • Gunakan ban sesuai usia dan spesifikasi
  • Hindari mengisi angin berlebih

Jadi, Ban bisa kempes sendiri meski kendaraan sering dipakai dan tidak bocor adalah fenomena teknis yang wajar, bukan misteri.

Penyebabnya bisa berasal dari permeasi udara, pengaruh suhu, kondisi velg dan katup, hingga usia ban itu sendiri.

Memahami karakter ban dan melakukan perawatan sederhana secara rutin adalah kunci agar tekanan tetap stabil dan keselamatan berkendara terjaga.

Leave a Reply

Archives (Arsip Berita)


PertaliteRp. 10.000
Pertamax 92Rp. 12.750
Pertamax Turbo 98Rp. 13.750
Pertamina DexRp. 15.000
*Harga bisa berubah sewaktu-waktu
Super RON 92Rp. 13.000
V-Power RON 95Rp. 13.630
V-Power DieselRp. 15.250
V-Power Nitro+Rp. 13.890
*Harga bisa berubah sewaktu-waktu
BP UltimateRp. 13.630
BP 92Rp. 13.000
BP Ultimate DieselRp. 15.250
*Harga bisa berubah sewaktu-waktu
Revvo 92Rp. 13.000
Diesel PrimusRp. 15.250
*Harga bisa berubah sewaktu-waktu