Waspada Korosi di Ban: Kenali Kode Produksi dan Tanggal Kadaluarsa

| Redaksi OtomotifNews.com

Ban adalah komponen vital pada kendaraan bermotor. Ia menjadi satu-satunya bagian yang langsung bersentuhan dengan aspal, sehingga kondisinya menentukan keselamatan pengemudi dan penumpang.

Meski sering terabaikan, ban memiliki kode produksi, batas usia pakai, dan potensi korosi yang wajib diperhatikan oleh setiap pemilik kendaraan.

Setiap ban memiliki kode khusus yang tercetak di sisi dinding ban (sidewall). Kode ini berisi informasi penting, mulai dari ukuran, tipe, hingga DOT code (Department of Transportation code) yang menandakan waktu produksi ban.

Format umumnya berupa empat digit angka. Dua digit pertama menunjukkan minggu produksi, sementara dua digit berikutnya menandakan tahun produksi.

Misalnya, kode 1823 berarti ban tersebut diproduksi pada minggu ke-18 tahun 2023. Dengan mengetahui kode produksi, pemilik kendaraan dapat memperkirakan usia ban dan menghindari pemakaian di luar batas aman.

Ban tidak hanya aus karena pemakaian, tetapi juga memiliki usia maksimal meski jarang digunakan.

Produsen ban internasional umumnya merekomendasikan masa pakai 3–6 tahun sejak tanggal produksi, dengan batas maksimal 10 tahun meskipun kembang ban masih terlihat tebal.

Ban yang sudah melewati usia tersebut berisiko mengalami pengerasan karet, retak-retak halus (crack), hingga pecah mendadak saat digunakan pada kecepatan tinggi. Kondisi ini bisa memicu kecelakaan serius.

Selain usia, ancaman lain yang perlu diwaspadai adalah korosi. Meski sering dikaitkan dengan velg, korosi juga bisa memengaruhi bagian dalam ban.

Air, kelembapan, serta kotoran yang terjebak antara ban dan velg dapat memicu karat. Jika dibiarkan, korosi bisa merusak bead (bagian tepi ban yang menempel pada velg) dan menyebabkan kebocoran halus yang sulit dideteksi.

Korosi juga mempercepat proses degradasi karet ban, apalagi bila kendaraan sering terpapar hujan, lumpur, atau tidak disimpan di tempat teduh.

Beberapa langkah praktis untuk menjaga ban tetap prima, antara lain rutin cek DOT code agar mengetahui usia ban, mengganti ban jika sudah melewati 5–6 tahun meski jarak tempuh rendah, membersihkan velg dan ban secara berkala untuk menghindari penumpukan kotoran penyebab korosi, menyimpan kendaraan di garasi atau menggunakan cover untuk menghindari paparan sinar UV langsung, serta memastikan tekanan angin ban sesuai rekomendasi pabrikan.

Keselamatan berkendara tidak hanya ditentukan oleh mesin atau sistem rem, tetapi juga oleh kondisi ban.

Memahami tanda produksi, waspada terhadap korosi, dan memperhatikan tanggal kadaluarsa ban adalah langkah sederhana namun krusial untuk mencegah risiko kecelakaan.

Dengan perawatan yang tepat dan penggantian ban sesuai usia pakai, pengendara bisa menikmati perjalanan yang lebih aman dan nyaman.

Leave a Reply

Archives (Arsip Berita)


PertaliteRp. 10.000
Pertamax 92Rp. 12.750
Pertamax Turbo 98Rp. 13.750
Pertamina DexRp. 15.000
*Harga bisa berubah sewaktu-waktu
Super RON 92Rp. 13.000
V-Power RON 95Rp. 13.630
V-Power DieselRp. 15.250
V-Power Nitro+Rp. 13.890
*Harga bisa berubah sewaktu-waktu
BP UltimateRp. 13.630
BP 92Rp. 13.000
BP Ultimate DieselRp. 15.250
*Harga bisa berubah sewaktu-waktu
Revvo 92Rp. 13.000
Diesel PrimusRp. 15.250
*Harga bisa berubah sewaktu-waktu