Maserati kembali ke akarnya. Di Modena, kota kecil yang berdenyut dengan semangat kecepatan dan tradisi otomotif, sang Trident menggelar perayaan yang bukan sekadar peluncuran produk—melainkan pernyataan filosofis tentang asal-usul, seni, dan masa depan. Dengan latar pabrik legendarisnya, Maserati menggabungkan musik, kuliner, dan mekanika menjadi satu narasi emosional: The Heart of Creation.
Acara ini bukan sekadar seremoni. Di ruang tempat mesin-mesin bersejarah dulu dibentuk dengan tangan para pengrajin Italia, bunyi ritmis piston berpadu dengan lanskap suara eksperimental dari Dardust, komposer asal Italia yang dikenal mengaburkan batas antara klasik dan elektronik. Dentum ritme yang dihasilkan seolah meniru denyut jantung mobil-mobil Maserati—kuat, teratur, dan penuh emosi. Musiknya bukan hanya latar, melainkan interpretasi sonik dari Meccanica Lirica, konsep yang menggambarkan mesin sebagai puisi yang hidup.
Di sisi lain, pengalaman ini dirangkai lebih jauh oleh kehadiran Massimo Bottura, maestro kuliner asal Modena yang restoran Osteria Francescana-nya berulang kali dinobatkan sebagai salah satu yang terbaik di dunia. Bottura menghadirkan perjalanan rasa yang dirancang untuk selaras dengan filosofi Maserati: tradisi yang dipertahankan dengan inovasi berani. Setiap hidangan mewakili bagian dari narasi “kelahiran kembali” Maserati—mulai dari bahan lokal sederhana hingga kreasi avant-garde yang menggugah imajinasi.
Puncak dari simfoni ini adalah pengumuman besar: produksi Maserati GranTurismo dan GranCabrio kembali ke rumah aslinya di Modena. Keputusan strategis ini bukan sekadar langkah manufaktur, melainkan simbol kebangkitan spiritual merek. GranTurismo dan GranCabrio bukan dua nama sembarangan dalam kamus Maserati; keduanya adalah ikon desain dan performa Italia yang menyatukan kenyamanan grand touring dengan jiwa sportscar sejati.



Kembalinya lini ini ke pabrik bersejarah menegaskan komitmen Maserati terhadap kualitas buatan tangan Italia dan warisan teknik presisi. Di era di mana banyak merek otomotif mengalihkan produksi ke lokasi massal, Maserati memilih jalan berbeda: memperkuat hubungan emosional antara tempat lahir, manusia di balik proses, dan hasil akhirnya. Modena menjadi lebih dari sekadar lokasi—ia adalah bagian dari DNA setiap mobil yang keluar dari gerbang pabrik tersebut.
GranTurismo generasi terbaru menjadi simbol penting dalam transformasi Maserati menuju masa depan elektrifikasi tanpa kehilangan karakter. Model ini hadir dengan versi bertenaga bensin dan varian listrik penuh bernama Folgore, yang berarti “kilat” dalam bahasa Italia. Dengan sistem motor tiga unit dan tenaga lebih dari 750 hp, Folgore menjanjikan akselerasi brutal namun tetap elegan, seolah menyatukan keberanian masa depan dengan romantisme masa lalu.
GranCabrio menyusul dengan filosofi yang sama, menawarkan pengalaman berkendara atap terbuka yang memadukan kemewahan, performa, dan sensasi mendalam terhadap suara. Dan di sinilah paradoks indah itu muncul: meski versi listrik nyaris hening, Maserati tetap menghadirkan keindahan bunyi sebagai bagian dari jati diri—sebuah “musik mesin” yang disusun ulang melalui desain akustik canggih.
Dalam konteks ini, kolaborasi dengan Dardust dan Bottura bukan sekadar tempelan gaya hidup, tetapi refleksi langsung dari misi Maserati: menggabungkan seni dan teknik menjadi satu bahasa universal. Dardust menerjemahkan suara pabrik menjadi komposisi atmosferik yang menggambarkan perjalanan emosional dari besi mentah menjadi keindahan bermakna. Bottura, dengan caranya sendiri, melakukan hal serupa lewat rasa—menyajikan bagaimana bahan sederhana bisa diubah menjadi mahakarya.
Bagi Maserati, semua ini bermuara pada satu hal: kebangkitan Modena sebagai pusat keunggulan Italia. Di sinilah, sejak 1914, perusahaan ini tumbuh dari bengkel kecil menjadi simbol elegansi berkecepatan tinggi. Kembalinya produksi GranTurismo dan GranCabrio ke tempat ini bukan nostalgia semata, tetapi strategi mempertahankan integritas merek di tengah transisi global menuju kendaraan listrik dan digitalisasi produksi.
Program The Heart of Creation juga memperlihatkan sisi emosional Maserati yang kerap tersembunyi di balik citra sportscar eksklusifnya. Mereka menampilkan pabrik sebagai ruang seni, bukan sekadar jalur perakitan. Mesin bukan lagi objek dingin, melainkan bagian dari karya kolektif yang menyatukan teknologi, musik, dan cita rasa. Inilah wujud nyata dari Made in Italy—bukan sekadar label geografis, melainkan filosofi yang menempatkan estetika dan keahlian manusia di jantung inovasi industri.
Ketika pintu pabrik Modena terbuka kembali untuk menyambut produksi penuh GranTurismo dan GranCabrio, Maserati mengirim pesan kuat kepada dunia otomotif: kemajuan tidak harus mengorbankan asal-usul. Dalam setiap baut, dalam setiap nada musik Dardust, dalam setiap gigitan kreasi Bottura, dan dalam setiap detak mesin yang lahir di Modena—terdapat denyut yang sama, denyut Italia yang tak tergantikan.
Kisah ini menegaskan bahwa kehebatan bukan hanya soal performa di jalan, tapi juga keberanian menjaga identitas di tengah arus perubahan. Maserati tidak sekadar membuat mobil; mereka menciptakan emosi yang bisa didengar, dirasakan, dan bahkan dicicipi. Dan di jantung Modena, simfoni itu terus dimainkan—dengan mesin, dengan musik, dan dengan rasa.





