Dunia motor custom di Kabupaten Kuningan Jawa Barat memiliki satu nama yang tumbuh dari hobi nongkrong hingga menjadi workshop spesialis modifikasi berkarakter kuat.
Pay Garage, milik Faisal Sutisno, menjadi salah satu bengkel custom yang konsisten menjaga ruh konstruksi motor tetap fungsional, bukan sekadar pajangan kontes.
Berlokasi di Komplek Ruko Pasar Sadamantra, Kuningan, Jawa Barat, Pay Garage berkembang dari perjalanan panjang yang dimulai sejak tahun 2010.
Saat itu, Faisal Sutisno, pria asli Cibuntu, Kuningan, belum membuka bengkel sendiri. Ia lebih dulu terlibat dalam komunitas dan workshop Glinding Custom milik rekan sejawatnya Haris, tempat dirinya belajar langsung dunia metal art dan konstruksi motor custom.

Berawal dari Metal Art dan Produksi Part Custom
Di masa awal bersama Glinding Custom, Faisal banyak mengerjakan pembuatan komponen handmade. Tangki bahan bakar, spatboard, hingga berbagai part berbahan metal dibuat sendiri secara manual.
Pendekatan tersebut membentuk karakter Pay Garage hari ini: memahami konstruksi motor dari nol, bukan sekadar merakit aksesoris jadi.
Orderan pun mulai datang dari berbagai daerah, bahkan lintas negara. Beberapa part custom pernah dikirim hingga Malaysia, sementara proyek motor datang dari berbagai kota di Indonesia, termasuk Makassar dan wilayah Jawa lainnya.
Tahun 2013 menjadi titik penting ketika Faisal akhirnya membuka Pay Garage secara mandiri dan fokus penuh sebagai bengkel custom.

Bangun Motor dari Nol, Siap Touring Hingga Level Kontes
Perjalanan Pay Garage tidak lepas dari dunia kontes motor custom. Faisal mengaku pernah membangun motor dari basis nol dengan total biaya mencapai Rp70 jutaan.
Di workshop ini, pengerjaan difokuskan pada:
- perancangan konsep
- konstruksi rangka
- perakitan
- finishing
Sementara sektor mesin dan pengerjaan jok kulit dilakukan melalui rekanan spesialis yang berada di sekitar workshop. Sistem kerja kolaboratif ini membuat kualitas tiap bagian tetap terjaga sesuai bidang keahlian masing-masing.

Spesialis Chopper, Scrambler hingga Basis Motor Jepang
Saat ini Pay Garage tengah mengerjakan beberapa proyek seperti Harley-Davidson Sportster 883 dan Triumph 900. Namun bukan berarti hanya menangani motor premium.
Justru basis motor yang paling sering masuk juga berasal dari platform populer seperti:
- Yamaha Scorpio
- Honda GL Series
- Honda Tiger
Motor-motor tersebut kemudian diubah menjadi berbagai aliran custom seperti chopper, scrambler, hingga gaya klasik Eropa seperti BSA dan Norton style.
Motor pribadi Faisal sendiri menggunakan Yamaha SR400, yang sekaligus menjadi representasi filosofi bengkel: sederhana, kuat, dan siap dipakai jauh.

Custom Bukan Pajangan, Pay Garage Bikin Motor Siap Touring
Berbeda dengan banyak builder yang fokus pada display show bike, Pay Garage menempatkan fungsi sebagai prioritas utama.
Setiap motor dirancang agar tetap nyaman digunakan harian maupun perjalanan jauh. Beberapa motor hasil garapannya bahkan rutin dipakai touring ke berbagai daerah seperti Pacitan, Baturraden, hingga Yogyakarta.
Menurut Faisal, motor custom seharusnya tetap hidup di jalan, bukan hanya diam di panggung kontes.
Aktif di Event Custom Nasional
Eksistensi Pay Garage juga terus terlihat dalam agenda komunitas. Pada 16 Juni mendatang, workshop ini akan turut meramaikan kontes motor custom yang digelar di Pantai Indramayu.
Kegiatan seperti ini menjadi ruang berbagi ide antar builder sekaligus memperlihatkan perkembangan tren custom culture di wilayah Jawa Barat.

Lengkap Dengan Layanan Pay Chrome
Selain modifikasi motor, Pay Garage juga membuka layanan konsultasi bagi pemilik motor yang ingin membangun konsep custom sesuai kebutuhan.
Tidak hanya itu, Faisal mengembangkan lini layanan tambahan bernama Pay Chrome, spesialis pelapisan chrome untuk berbagai benda berbahan metal dan logam.
Layanan ini meliputi:
- part motor
- aksesoris kendaraan
- komponen logam custom
- hingga kebutuhan metal lainnya
Biaya pengerjaan bersifat variatif, menyesuaikan jenis material serta tingkat kesulitan proses pelapisan.
Bengkel Custom Tumbuh dari Pengalaman
Lebih dari satu dekade perjalanan membuat Pay Garage bukan sekadar bengkel modifikasi, tetapi ruang kreatif yang lahir dari pengalaman lapangan, komunitas, serta eksperimen teknis bertahun-tahun.
Dari hobi nongkrong hingga dipercaya menangani proyek lintas daerah, Pay Garage menunjukkan bahwa dunia custom tidak hanya soal tampilan ekstrem, tetapi bagaimana sebuah motor tetap layak dipakai, memiliki karakter, dan membawa cerita pemiliknya di setiap perjalanan.





