Kisah Astri Candra: Dokter Gigi Sekaligus Lady Biker dari Tanjungpinang – Riau

Dunia otomotif tidak lagi identik dengan laki-laki. Di Tanjungpinang, Kepulauan Riau, ada satu nama yang menarik perhatian: drg. Astri Candra, MM. Seorang dokter gigi, ibu tiga anak, sekaligus lady biker yang sudah akrab dengan dunia riding sejak bangku sekolah.

Bukan gimmick. Bukan konten dadakan. Riding baginya adalah hobi lama yang tumbuh alami.

Astri asli Kepulauan Riau. Saat ini menetap di Tanjungpinang, meski sebelumnya cukup lama tinggal dan beraktivitas di Jakarta. Lingkungan urban tidak menghapus identitasnya sebagai perempuan yang gemar aktivitas fisik, motoran, dan dunia yang sering dilabeli “hobi laki-laki”.

Riding Sejak SMP:

Ketertarikan Astri pada motor dimulai sejak SMP hingga SMA. Ia sudah terbiasa naik motor sejak remaja, bahkan ikut memodifikasi motor bersama sang abang. Mulai dari ubahan ringan hingga sekadar ganti tampilan, motor menjadi mainan sekaligus media eksplorasi.

“Dulu motor sering dimodif sama abang. Sampai rebutan pakai,” ceritanya santai.

Dari sini terlihat satu hal: riding bukan tren musiman, tapi bagian dari prosesnya tumbuh.

Selain riding, Astri juga menyukai aktivitas fisik dan olahraga. Dunia yang menuntut ketahanan, fokus, dan keberanian justru terasa menyenangkan.

Pola itu terbawa hingga dewasa, meski kini perannya bertambah: profesional, ibu, dan pengendara.

Single Fighter Tanpa Komunitas

Menariknya, Astri memilih jalur solo rider. Ia tidak tergabung dalam komunitas motor mana pun. Bukan karena anti-sosial, tapi karena realistis.

Waktu, pekerjaan, dan urusan rumah membuatnya selektif.

Kalau touring, ia lebih memilih gabung secara fleksibel, tanpa struktur komunitas yang mengikat.

“Takut ribet”. Katanya jujur.

Bagi Astri, riding harus tetap menyenangkan, bukan jadi beban baru di tengah kesibukan.

Pilihan ini justru memperkuat citranya sebagai lady biker mandiri. Tidak bergantung pada keramaian, dan tetap konsisten menikmati riding dengan caranya sendiri.

Yamaha R25 ABS V3, Langka di Tanjungpinang

Saat ini Astri menggunakan Yamaha R25 ABS V3 all new. Di Tanjungpinang, motor ini terbilang langka. Ia menyebut baru ada dua unit, termasuk miliknya. Fakta ini otomatis membuat sosoknya mudah dikenali di jalan.

Motornya masih dalam kondisi standar. Namun bukan berarti akan selamanya stock. Astri sudah menyiapkan rencana modifikasi ringan, dimulai dari penggantian ban dan knalpot.

Tantangannya klasik bagi rider daerah: hampir semua parts harus dibeli online.

“Kalau jajan printilan di sini harus online semua,” ujarnya.

Kondisi geografis tidak memadamkan minat modifikasi, hanya menggeser langkah strategi belanjanya.

Dokter Gigi, Ibu Tiga Anak, Tetap Riding

Di luar helm dan jaket riding, Astri adalah dokter gigi profesional. Profesi yang menuntut ketelitian, ketenangan, dan fokus tinggi. Ia juga ibu dari tiga anak, peran yang secara realistis sering dianggap “menghentikan” hobi ekstrem.

Namun pada Astri, narasi itu tidak berlaku. Riding tetap ada, meski tentu dengan perhitungan matang. Ia tidak menafikan bahwa perannya sebagai ibu membuat segalanya lebih kompleks. “Emak-emak rempong,” katanya sambil tertawa.

Menariknya, hobi riding Astri justru menular ke pasangan. Awalnya tidak tertarik motor, kini sang suami mulai ikut mencari tahu dunia otomotif. Support keluarga menjadi faktor penting yang membuat hobinya tetap berjalan sehat dan bertanggung jawab.

Lady Biker Tanpa Pencitraan

Wanita aktif kelahiran tahun 1987 ini tidak menjual label “lady biker” sebagai komoditas. Astri hanya menjadi dirinya sendiri: dokter gigi yang kebetulan mencintai motor dan jalanan.

Di tengah maraknya konten otomotif instan, profil seperti ini justru terasa segar. Nyata. Tidak dibuat-buat. Mengingatkan bahwa dunia otomotif selalu punya ruang untuk siapa pun yang datang dengan niat tulus.

Lebih dari Sekadar Hobi, ini Tentang Jiwa

Bagi Astri, riding bukan pelarian, bukan ajang pamer. Ia adalah ruang personal. Tempat melepas penat, menjaga kewarasan, dan mempertahankan sisi diri yang sudah ada sejak remaja.

Dari Kepulauan Riau, ia membuktikan bahwa identitas profesional dan passion otomotif tidak harus saling meniadakan. Justru bisa berjalan beriringan, selama dijalani dengan kesadaran dan tanggung jawab.

Di jalanan Tanjungpinang, Yamaha R25 ABS V3 miliknya bukan sekadar motor langka. Ia simbol perjalanan panjang jiwa wanita yang tetap setia pada dirinya sendiri.

Leave a Reply

Archives (Arsip Berita)


PertaliteRp. 10.000
Pertamax 92Rp. 12.750
Pertamax Turbo 98Rp. 13.750
Pertamina DexRp. 15.000
*Harga bisa berubah sewaktu-waktu
Super RON 92Rp. 13.000
V-Power RON 95Rp. 13.630
V-Power DieselRp. 15.250
V-Power Nitro+Rp. 13.890
*Harga bisa berubah sewaktu-waktu
BP UltimateRp. 13.630
BP 92Rp. 13.000
BP Ultimate DieselRp. 15.250
*Harga bisa berubah sewaktu-waktu
Revvo 92Rp. 13.000
Diesel PrimusRp. 15.250
*Harga bisa berubah sewaktu-waktu