Kesadaran akan pentingnya keselamatan dan standar mengemudi profesional terus dibangun oleh Ekajaya Berrindo.
Di bawah kepemimpinan Berry Herlambang, lembaga pendidikan mengemudi yang telah berdiri sejak 1959 ini tidak hanya mencetak pengemudi terampil, tetapi juga menanamkan budaya berkendara yang aman dan disiplin hingga berstandar internasional.
Ekajaya Berrindo merupakan salah satu lembaga kursus mengemudi tertua di Indonesia.

Berawal dari Bandung pada tahun 1959, pusat operasionalnya yang dipegang oleh mendiang sang ayah, kemudian berpindah ke Cirebon yang kini diteruskan oleh Berry, pada tahun 1974 dan terus berkembang dengan cabang di Tasikmalaya serta Garut.
Menurut Berry Herlambang, tantangan dunia transportasi saat ini bukan sekadar kemampuan mengendalikan kendaraan, melainkan membangun kesadaran berkendara yang mengutamakan keselamatan, etika, dan tanggung jawab di jalan raya.
“Pengemudi yang baik bukan hanya bisa menjalankan kendaraan, tetapi juga memahami risiko, aturan, dan bagaimana menjaga keselamatan dirinya maupun pengguna jalan lainnya,” ujarnya kepada OtomotifNews.com di kediamannya.
Salah satu langkah yang dilakukan Ekajaya Berrindo adalah menghadirkan fasilitas simulator mengemudi berstandar internasional.

Teknologi ini digunakan sebagai tahap awal pelatihan sebelum peserta turun langsung ke jalan raya.
Melalui simulator tersebut, peserta dapat mempelajari berbagai kondisi berkendara, mulai dari situasi lalu lintas padat, cuaca buruk, pengereman darurat, hingga pengambilan keputusan dalam kondisi berisiko tanpa membahayakan diri maupun orang lain.
Pendekatan ini banyak digunakan di negara-negara maju karena dinilai mampu meningkatkan kesiapan mental dan teknis pengemudi sebelum menghadapi kondisi jalan yang sebenarnya.
Setelah dinyatakan memahami dasar-dasar keselamatan melalui simulator, peserta kemudian melanjutkan pelatihan praktik di lapangan dengan pendampingan instruktur berpengalaman.
Komitmen terhadap standar internasional juga diwujudkan melalui pengembangan program yang mengadopsi sistem pelatihan Jepang.

Negara tersebut dikenal memiliki standar disiplin dan keselamatan berkendara yang sangat tinggi.
Melalui berbagai kerja sama dan pengembangan kurikulum, Ekajaya Berrindo turut membuka peluang bagi pengemudi Indonesia untuk meningkatkan kompetensi hingga dapat bersaing di pasar kerja internasional, termasuk Jepang yang saat ini membutuhkan banyak tenaga pengemudi profesional.
Tak hanya fokus pada keterampilan teknis, Ekajaya Berrindo juga menanamkan nilai disiplin, etika pelayanan, kepatuhan terhadap peraturan lalu lintas, serta budaya keselamatan yang menjadi bagian penting dalam profesi pengemudi modern.
Dari sebuah lembaga pendidikan mengemudi yang lahir di Bandung lebih dari enam dekade lalu, Ekajaya Berrindo kini berkembang menjadi pusat pelatihan pengemudi profesional yang berpusat di Cirebon.
Dengan dukungan teknologi simulator berstandar internasional dan kurikulum yang terus berkembang, Berry Herlambang berupaya membangun kesadaran mengemudi yang lebih baik, tidak hanya untuk Indonesia, tetapi juga hingga level global.





