Dunia restorasi mobil klasik di Cirebon memiliki satu nama yang semakin dikenal para pecinta otomotif: District38 Garage. Bengkel restorasi milik Halim ini bukan sekadar tempat perbaikan kendaraan, melainkan ruang lahirnya kembali mobil-mobil legendaris yang sempat terlupakan.
Berdiri sejak 2013, District38 Garage tumbuh dari pengalaman pribadi yang pahit. Halim mengaku awal mula membangun bengkel restorasi bukan semata bisnis, tetapi karena kekecewaan saat mempercayakan proyek restorasi kepada pihak lain.
Hasil pekerjaan yang tidak memuaskan, pengalaman tertipu, hingga kualitas pengerjaan yang jauh dari harapan menjadi titik baliknya.
Dari situlah muncul tekad sederhana namun kuat: menghadirkan bengkel restorasi yang jujur, transparan, dan menghasilkan kualitas terbaik agar orang lain tidak mengalami hal yang sama.

Sejak awal berdiri, Halim bersama tim kecilnya memilih mengerjakan hampir seluruh proses secara mandiri.
Bahkan beberapa karyawan yang kini menjadi bagian penting District38 Garage dibentuk dari nol melalui proses belajar langsung di lapangan.
Pendekatan ini membuat standar pengerjaan tetap terjaga. Setiap mobil yang masuk tidak sekadar diperbaiki, tetapi diperlakukan sebagai proyek personal dengan perhatian detail tinggi.
District38 Garage menangani berbagai pekerjaan restorasi, mulai dari body repair, rekonstruksi panel, perbaikan struktur, hingga pengecatan total kendaraan klasik maupun modern.
Untuk kualitas finishing, bengkel ini menggunakan material premium seperti cat Nasson, Spies Hecker, hingga AB2 yang dikenal memiliki standar industri tinggi.
Dari sisi biaya, Halim menjelaskan bahwa layanan body dan pengecatan restorasi dapat dimulai dari kisaran Rp40 hingga 100 jutaan, tergantung kondisi dan request kendaraan.

Sebagai catatan District38 Garage berani adu detail dan kesempurnaan hasil, tim OtomotifNews.com meninjau langsung dapur restorasinya,
“proses dan hasilnya bikin geleng-geleng kepala (detail banget, bro)”.
Menariknya, untuk mobil berbasis bahan yang masih layak, proses pengerjaan rata-rata dapat diselesaikan kurang dari satu tahun. Namun untuk kendaraan yang datang dalam kondisi rusak parah, waktu restorasi bisa mencapai lebih dari setahun karena banyak komponen harus dibuat ulang secara manual.
Dedikasi tersebut membuahkan hasil nyata. Berbagai mobil garapan District38 Garage berhasil meraih penghargaan di sejumlah kontes dan exhibition otomotif tingkat nasional.
Nama bengkel ini perlahan dikenal sebagai salah satu spesialis restorasi mobil klasik dengan karakter kuat dan identitas visual yang khas.
Beberapa mobil ikonik milik Halim bahkan menjadi simbol perjalanan District 38 Garage.


Ford F100 pick up berwarna kuning seperti pada foto diatas, menjadi salah satu unit paling mencolok yang kerap menarik perhatian publik.
Kemudian ada Chevrolet merah, berbasis GMC yang diubah total menjadi Chevrolet Thrifmaster 3100 tahun 1953 ‘Chevy Lele’, dengan gaya klasik Amerika yang autentik.
Selain itu terdapat Dodge ‘Grill Salib’ tahun 1946 yang memiliki aura vintage kuat, berjantung Crown 3000 yang memperlihatkan karakter restorasi elegan namun tetap siap ‘gasspoll‘ khas garasi ini.
Yang menarik, Chevrolet Thrifmaster 3100 tahun 1953 tersebut bukan sekadar mobil pajangan kontes. Kendaraan klasik itu justru digunakan Halim sebagai mobil harian, menunjukkan bahwa hasil restorasi bukan hanya estetika, tetapi juga fungsional dan siap digunakan di jalan raya.
Di luar dunia restorasi, Halim dikenal memiliki jiwa petualang.
Ia aktif melakukan perjalanan motocross ke berbagai daerah, memperlihatkan bahwa kecintaannya pada otomotif tidak terbatas pada mobil klasik saja, melainkan seluruh spektrum dunia kendaraan bermotor.
Perjalanan District38 Garage kemudian berkembang lebih jauh dengan hadirnya District38 Cafe di kawasan Drajat, Kota Cirebon. Cafe ini mengusung konsep otomotif view, di mana pengunjung dapat menikmati suasana nongkrong sambil melihat langsung koleksi mobil klasik hasil restorasi.

Konsep tersebut menjadikan District38 bukan sekadar bengkel, tetapi ekosistem otomotif yang menggabungkan lifestyle, komunitas, dan karya restorasi dalam satu ruang.
Keberadaan cafe sekaligus memperkuat identitas District38 sebagai tempat berkumpulnya pecinta otomotif klasik, fotografer, komunitas mobil, hingga masyarakat umum yang ingin merasakan atmosfer berbeda di tengah kota.
Lebih dari satu dekade berdiri, District38 Garage membuktikan bahwa sebuah bengkel restorasi bisa lahir dari pengalaman buruk, namun berkembang menjadi simbol kualitas dan kepercayaan.
Bagi Halim, restorasi bukan hanya menghidupkan kembali kendaraan lama, tetapi juga menjaga sejarah otomotif tetap berjalan di masa modern. Setiap mobil yang selesai dikerjakan membawa cerita, karakter, dan dedikasi panjang di baliknya.
Jika anda berfikir mobil-mobil antik hanya ada di museum, disini para sesepuh brand otomotif eksotis bisa ngacir, bahkan isi bensin sejajar dengan mobil keluaran terbaru tahun ini.
Dari garasi sederhana di Cirebon, District38 Garage kini menjadi salah satu referensi restorasi mobil klasik legendaris yang ‘ngga ada lawan’ di tanah kota Wali, sekaligus bukti bahwa passion, konsistensi, dan pengalaman nyata mampu melahirkan mahakarya otomotif bernilai tinggi.





