Modifikasi mobil selama ini kerap dipahami sebatas mengganti bumper, memasang body kit, mempercantik interior, atau sekadar membuat tampilan kendaraan terlihat berbeda. Namun bagi Hardy Classic, memodifikasi mobil bukan sekedar membuatnya lebih keren.
Menciptakan identitas baru yang sesuai dengan keinginan pemiliknya.
Hardy Classic tumbuh melalui perjalanan yang tidak instan. Workshop yang kini beroperasi di kawasan Cikunir, Bekasi, tersebut bahkan sempat beberapa kali berganti nama, yang sebelumnya Soulmate, kemudian menjadi Hardy Classic.

Di balik perjalanan tersebut terdapat sosok Hardianto, selaku owner Hardy Classic pria asal Blora yang merantau ke Jakarta sekitar 2006–2007. Setelah beberapa tahun membangun pengalaman, ia mulai merintis usaha modifikasi pada 2010.
Tidak ada cerita tentang promosi besar-besaran ketika memulai bisnis. Pada masa itu, pemasaran dilakukan dengan cara sederhana: menyebarkan brosur dan memanfaatkan forum Kaskus untuk memperkenalkan jasa yang ditawarkan.
Dari sana, satu pekerjaan membawa pekerjaan lainnya.Kini, cakupan konsumen Hardy Classic bahkan tidak lagi sebatas pasar lokal. Pesanan dari luar negeri juga mulai berdatangan, menjadi salah satu indikator bahwa kemampuan pengerjaan yang mereka tawarkan mulai mendapatkan perhatian lebih luas.


Bukan Body Kit Biasa
Salah satu hal yang membedakan Hardy Classic adalah keberanian mengambil pekerjaan yang tidak berhenti pada pemasangan komponen aftermarket.
Contohnya terlihat pada proyek Toyota Hiace.
Unit tersebut mendapatkan transformasi dari model 2008 menuju tampilan 2022. Perubahan dilakukan pada sektor eksterior dengan pendekatan yang membuat kendaraan lama memiliki wajah dan karakter yang jauh berbeda.
Namun Hardy Classic tidak ingin hanya memperlihatkan hasil akhirnya.
Pada 9 Oktober 2026 mendatang, bertepatan dengan penyelenggaraan Indonesia Modification Expo (IMX) di ICE BSD, Hardy Classic akan membawa konsep yang lebih menarik: live installation interior.
Sebuah unit Hiace akan menjadi bagian dari demonstrasi pengerjaan langsung di hadapan pengunjung. Gokil Bro!
Material interior yang digunakan mengusung konsep plug and play (PNP) dengan material plastik. Konsep tersebut menjadi salah satu pendekatan yang ditawarkan Hardy Classic untuk menghadirkan perubahan interior tanpa harus menghilangkan karakter dan fungsi dasar kendaraan.
“Nah, ini yang membuat proyek tersebut menarik”.
Pengunjung tidak hanya disuguhi mobil yang sudah cantik ketika selesai. Mereka dapat melihat bagaimana sebuah interior kendaraan dibangun dan dipasang secara langsung.

BMW X5 2013 Berubah Karakter
Proyek lain yang tidak kalah menarik adalah BMW X5 tahun 2013.
Di tangan Hardy Classic, SUV tersebut mendapatkan transformasi menuju tampilan BMW X5 2025, bahkan diarahkan untuk menghadirkan nuansa BMW X5 Hybrid.
Pekerjaan ini tidak selesai dalam hitungan minggu. Hampir satu tahun dibutuhkan untuk mengerjakan proyek tersebut.
Waktu pengerjaan yang panjang menjadi gambaran bahwa proyek transformasi seperti ini bukan sekadar membeli body kit kemudian memasangnya di mobil.
Ada proses penyesuaian, pengukuran, pengerjaan detail, hingga memastikan setiap bagian mampu menyatu dengan kendaraan.
Dengan kata lain, yang dikerjakan bukan hanya wajah mobil, tetapi bagaimana mobil tersebut mendapatkan karakter baru.
Ketika Workshop Mobil Masuk ke Dunia Jet Pribadi
Kemampuan Hardy Classic juga tidak berhenti pada kendaraan roda empat. Mereka turut menangani pengerjaan interior pesawat jet pribadi dan kapal pesiar. Sebuah wilayah pekerjaan yang menuntut standar pengerjaan berbeda karena berbicara mengenai detail, material, presisi, kenyamanan, sekaligus estetika.
Pengalaman tersebut kemudian menjadi salah satu fondasi Hardy Classic dalam mengembangkan pengerjaan interior kendaraan.
Menariknya lagi, Hardianto sebagai pemilik tidak hanya duduk di belakang meja mengatur bisnis. Ia sendiri memiliki basic pengerjaan dan kemampuan teknis untuk turun langsung mengerjakan proyek.
Perjalanan Hardy Classic selama lebih dari satu dekade memperlihatkan bagaimana sebuah bisnis modifikasi dapat berkembang dari sesuatu yang sangat sederhana.
Dari satu pelanggan ke pelanggan berikutnya.Dari nama Soulmate, kemudian Classic, hingga akhirnya menemukan identitasnya sebagai Hardy Classic.
Kini mereka mencoba menempatkan diri bukan sekadar sebagai tempat memasang aksesori. Hardy Classic ingin menjual transformasi.
Karena pada akhirnya, mobil adalah bagian dari gaya hidup pemiliknya. Hardy Classic memperlihatkan bagaimana sebuah kendaraan dapat diberikan identitas visual baru yang juga mengangkat identitas pemiliknya.
Dan lewat kehadirannya di IMX 2026, Hardy Classic akan membawa pendekatan tersebut langsung ke hadapan publik.
Bukan hanya menunjukkan apa yang mereka buat, tetapi juga memperlihatkan bagaimana mereka membuatnya. Sebab dalam dunia modifikasi yang semakin ramai, mengganti bumper dan memasang body kit mungkin bisa dilakukan banyak orang.
Tetapi menciptakan karakter baru untuk sebuah mobil dan membuat pemiliknya merasa mobil tersebut benar-benar “image” dirinya adalah segmentasi yang berbeda. Keren, Sukses Selalu Hardy Classic!


