Audi resmi mengumumkan perubahan besar dalam filosofi antarmuka pengemudi setelah bertahun-tahun mempertahankan kontrol touch-sensitive pada setir. Mulai model year 2026, beberapa model utama—A5, Q5, A6 e-tron, dan Q6 e-tron akan kembali menggunakan kontrol fisik berupa tombol mekanis dan roller.
Keputusan ini menandai langkah korektif salah satu produsen premium terbesar di dunia setelah gelombang kritik dari pengguna dan praktisi keselamatan jalan.
Pengumuman ini mengikuti rilis resmi Audi di pasar Eropa dan Inggris, yang biasanya menjadi acuan global untuk pembaruan model.
Artinya, pasar Asia termasuk Indonesia, diperkirakan akan menerima perubahan ini seiring masuknya stok produksi tahun 2026–2027.
Eksperimen Audi dengan Tombol Sentuh Dianggap Masih Beresiko
Dalam beberapa tahun terakhir, produsen otomotif berlomba menghadirkan desain kabin futuristik melalui digitalisasi. Audi ikut mengambil langkah tersebut dengan memperkenalkan panel sentuh pada lingkar kemudi, berupa slider kapasitif yang menggantikan tombol mekanis tradisional.
Teknologi ini bertujuan memberikan estetika lebih bersih dan modern.
Namun eksperimen ini berujung pada kritik tajam dari konsumen dan penguji kendaraan. Masalah utamanya bukan pada tampilan, melainkan pada ergonomi dan keselamatan.
Panel sentuh tidak memberikan feedback fisik sehingga pengemudi harus memastikan sentuhan mereka mengenai area yang tepat.
Saat mobil melaju, hal ini membuat pengemudi cenderung melepaskan fokus dari jalan, yang tentu menurunkan aspek keselamatan.
Audi mencatat keluhan serupa dari berbagai pasar global. Pengguna menyebut panel sentuh terlalu sensitif, kadang tidak responsif, atau justru salah memicu perintah ketika tanpa sengaja tersentuh saat menikung atau memegang setir pada posisi tertentu.
Kritik tersebut akhirnya memaksa Audi melakukan evaluasi mendalam dan meninjau ulang pendekatan antarmuka mereka.

Kembali ke Dasar: Tombol Fisik Lebih Aman dan Konsisten
Dalam pembaruan resmi yang dirilis Audi, perubahan terbesar terlihat pada fungsi penting yang sering digunakan saat berkendara. Setir model 2026 kini mengadopsi roller fisik yang menggantikan slider sentuh.
Detailnya:
1. Roller Navigasi Menu – Sisi KiriPengemudi dapat menavigasi menu kluster instrumen digital atau virtual cockpit melalui gerakan naik-turun pada roller. Roller memberikan feedback mekanis yang jelas, memungkinkan pengemudi mengoperasikannya tanpa perlu melihat ke bawah.
2. Roller Volume – Sisi KananDari sistem audio hingga volume navigasi, roller volume memberikan kontrol lebih presisi daripada slider kapasitif yang sering kali terlalu sensitif.
Dengan pengembalian elemen fisik ini, Audi mengakui bahwa tombol mekanis masih menjadi solusi terbaik untuk fungsi yang membutuhkan respons cepat, konsisten, dan minim gangguan visual.
Audi Jadikan Panel Sentuh untuk Fungsi Sekunder
Walaupun kembali ke kontrol fisik, Audi tidak sepenuhnya meninggalkan panel sentuh. Beberapa fungsi yang dianggap tidak kritis tetap menggunakan antarmuka kapasitif, di antaranya:
• Voice assistant
• Perintah skip/next
• Fungsi telepon
• Pemanas setir
• Pengaturan virtual cockpit tambahan
• Kontrol minor yang jarang berubah
Audi menyatakan bahwa kombinasi ini mereka pilih sebagai kompromi antara estetika interior, teknologi, dan keamanan. Fungsi yang tidak memengaruhi keselamatan secara langsung dipertahankan dalam format sentuh untuk menjaga tampilan minimalis interior generasi baru.
Volkswagen Group Sepakat: Tombol Fisik Kembali Lebih Efektif
Keputusan Audi sejalan dengan langkah induk perusahaan Volkswagen, yang lebih dulu mengumumkan penghapusan tombol sentuh pada beberapa modelnya. VW bahkan mengakui bahwa periode penggunaan touch panel pada setir adalah “eksperimen kurang berhasil” yang mengorbankan kenyamanan pengguna.
Pada model-model VW terbaru, seluruh kontrol kritis di setir telah kembali menjadi tombol fisik penuh. Sementara Audi mengambil jalan tengah dengan mempertahankan kombinasi fisik dan kapasitif, keputusan kedua merek ini menunjukkan arah industri otomotif yang kembali mengutamakan ergonomi.
Langkah tersebut turut dipengaruhi masukan dari lembaga keselamatan berkendara Eropa. Beberapa laporan mencatat bahwa panel sentuh dapat meningkatkan beban kognitif pengemudi saat melakukan penyesuaian fitur. Dalam pengujian praktis, tombol fisik masih lebih cepat dan lebih akurat dioperasikan.

Interior Audi: Fungsi Non-Kritis Tetap Berbasis Sentuh
Selain setir, Audi juga mengonfirmasi bahwa beberapa fungsi interior lain akan tetap menggunakan panel sentuh. Ini termasuk:
• Pengaturan lampu utama
• Pengaturan kaca spion
• Seat memory
• Interior lock/unlock
• Tombol pintu berbasis touch backlit
Fitur tersebut, menurut Audi, bukanlah kontrol yang sering dilakukan saat kendaraan bergerak. Karena itu, penggunaan panel sentuh dianggap tidak membawa risiko keamanan.
Posisi panel-panel ini pun dirancang agar mudah dijangkau dan tidak memerlukan inferensi cepat. Audi menilai bahwa sistem ini tetap memberikan pengalaman kabin modern, bersih, dan minimalis sejalan dengan bahasa desain mereka.
Panel Sentuh Lebih Sulit Digunakan Saat Mobil Bergerak
Audi menjelaskan alasan teknis di balik perubahan strategis ini. Studi internal dan masukan konsumen menunjukkan bahwa tombol sentuh tidak mampu menawarkan:
1. Haptic Feedback
Pengemudi tidak merasakan titik tekanan sehingga perlu melihat permukaan tombol.
2. Stabilitas Operasional
Saat jalan bergelombang atau dalam kecepatan tinggi, pengemudi sulit melakukan sentuhan akurat.
3. Muscle Memory
Tombol fisik memiliki kontur yang mudah dikenali tanpa melihat.
4. Reduksi Gangguan Visual
Setiap detik mata lepas dari jalan berdampak langsung pada keselamatan.Karena itu, untuk fungsi penting, tombol fisik tetap menjadi solusi terbaik.
Dampak bagi Konsumen
Pengumuman ini dibuat untuk pasar Eropa dan Inggris, namun pembaruan ini akan diterapkan global sesuai siklus produksi masing-masing model. Untuk pasar Asia, biasanya terdapat jeda 6–12 bulan.
Dengan demikian, unit Audi model 2026–2027 yang masuk ke Indonesia hampir pasti sudah mengadopsi setir dengan tombol fisik ini.Dealer dan importir biasanya mengikuti spesifikasi Eropa atau Australia, sehingga tidak ada alasan untuk menunda implementasi perubahan ini.
Audi Kembali Fokus pada Ergonomi, Bukan Eksperimen Teknologi
Keputusan Audi menghapus tombol sentuh dari setir menjadi bukti penting bahwa digitalisasi tidak selalu menghasilkan solusi terbaik.
Keselamatan dan ergonomi tetap menjadi prioritas tertinggi dalam desain interior.
Dengan tekanan pengguna dan evaluasi internal, Audi akhirnya mengembalikan kontrol yang lebih intuitif, mudah dioperasikan, dan aman digunakan dalam kondisi berkendara nyata. Era tombol sentuh di setir Audi dapat dikatakan belum dimulai di 2026.





