Proyek pembangunan pabrik BYD di Subang, Jawa Barat, dilaporkan mengalami kebakaran yang menghanguskan sebagian area konstruksi, pada hari ini, Kamis 04-Juni-2026.
Berdasarkan informasi awal yang beredar, insiden tersebut diduga dipicu oleh puntung rokok yang masih menyala dan mengenai material mudah terbakar di lokasi proyek.
Kebakaran terjadi di kawasan pembangunan fasilitas manufaktur kendaraan listrik BYD yang berlokasi di Subang Smartpolitan.
Beruntung, tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Api berhasil dikendalikan setelah petugas pemadam kebakaran bersama tim tanggap darurat proyek bergerak cepat melakukan pemadaman.
Dugaan sementara mengarah pada kelalaian dalam penerapan standar keselamatan kerja di area konstruksi. Puntung rokok yang dibuang sembarangan disebut menjadi salah satu kemungkinan penyebab munculnya titik api.
Namun, penyebab pasti masih menunggu hasil investigasi resmi dari pihak berwenang. Hingga saat ini belum ada keterangan final mengenai sumber kebakaran tersebut.
Insiden ini menjadi perhatian karena pabrik BYD Subang merupakan salah satu proyek investasi otomotif terbesar di Indonesia.
Fasilitas tersebut dibangun dengan nilai investasi sekitar Rp11,7 triliun dan ditargetkan memiliki kapasitas produksi hingga 150.000 unit kendaraan listrik per tahun.
Pabrik ini juga diproyeksikan menjadi basis produksi BYD untuk pasar domestik maupun ekspor kawasan Asia Tenggara. Meski terjadi kebakaran, sejauh ini belum ada indikasi bahwa insiden tersebut akan mengganggu target operasional pabrik.
Sebelumnya, BYD memastikan pembangunan fasilitas manufakturnya di Subang telah memasuki tahap finalisasi dan tengah dipersiapkan untuk mendukung produksi kendaraan listrik secara lokal.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya penerapan standar Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) secara ketat, terutama pada proyek industri berskala besar yang melibatkan ribuan pekerja dan material konstruksi berisiko tinggi.
(Sumber: Suara.com | Foto: Pikiran Rakyat Otomotif)





