Hyundai Mundur di Tengah Gemuruh Mobil Listrik Murah: Ioniq 9 Kena “Blank Check”

Jum’at, 28 November 2025 – Hyundai Indonesia terciduk dalam momentum paling serius sejak era elektrifikasi — mundur pelan-pelan di belakang rival-rival berbiaya rendah.

Keputusan mengejutkan datang hari ini: peluncuran Hyundai Ioniq 9 — SUV listrik yang semula dijadwalkan hadir 2025 — resmi ditunda tanpa tenggat waktu jelas.

Alasan resmi? “Perang harga mobil listrik dari merek Tiongkok yang ofensif dan agresif.” Dalam acara GAIKINDO Jakarta Auto Week 2025 (GJAW 2025), Presiden Direktur Hyundai, Juhun Lee, mengungkap bahwa pasar saat ini tak lagi toleran terhadap harga premium.

Harga, bukan fitur, kini jadi “raja”. Ioniq 9 sebenarnya sudah lama disiapkan. Platform generasi terbaru, baterai besar, dan paket premium — semua untuk menarik konsumen EV potensial. Namun ketatnya tekanan dari model-model listrik murah asal China — dengan harga setara mobil konvensional entry-level — membuat Hyundai gentar.

Strategi “wait and see” pun dipilih. Langkah ini menandai babak baru brutal dalam industri otomotif nasional: pemain global gede bisa saja tersungkur ketika harga menjadi variabel pengikat.

Konsumen kini tak lagi membeli fitur, tapi memilih berdasarkan kantong — dan merek-merek agresif berhasil mematahkan kepercayaan terhadap premium EV.

Bagi industri, ini peringatan keras: tanpa struktur biaya super efisien dan adaptasi strategi pasar cepat, posisinya bisa tergeser oleh pemain nimble dengan modal agresif.

Hyundai bukan satu-satunya; semua merek besar harus bersiap berani banting harga — atau kehilangan relevansi.

Leave a Reply

Archives (Arsip Berita)