Detroit, 16 Desember 2025 — Ford Motor Company mengumumkan perubahan strategi besar dalam roadmap elektrifikasi globalnya.
Produsen asal Amerika Serikat ini secara efektif menghentikan rencana EV besar, termasuk model van dan pickup listrik ukuran penuh, demi fokus pada hybrid dan EV yang lebih terjangkau serta efisien biaya.
Keputusan ini dikonfirmasi setelah performa pasar EV yang lebih lemah dari ekspektasi dan tekanan biaya produksi yang tinggi.
Pivot Strategis: EV Besar Dihentikan, Hybrid Diperluas
Ford resmi membatalkan generasi berikutnya dari van komersial E-Transit listrik yang direncanakan, serta menunda atau mengubah rencana EV besar lainnya. Fokus baru akan diberikan pada plug-in hybrid (PHEV) dan hybrid tradisional di seluruh segmen kendaraan, termasuk model pikap, SUV besar, dan komersial.
Dalam langkah pertama dari transisi ini, Ford sedang merombak F-150 Lightning, yang sebelumnya ditawarkan sebagai pickup listrik penuh, menjadi versi plug-in hybrid dengan mesin pembangkit listrik tambahan.
Sistem ini mempertahankan penggerak listrik pada roda, tetapi menggunakan mesin bensin untuk range extender, memperluas jarak jangkau total kendaraan secara signifikan.
Alasan Strategi Baru: Data Pasar & Biaya
Ford menyatakan bahwa perubahan ini didorong oleh sejumlah faktor nyata:Permintaan EV besar lebih rendah dari proyeksi awal, tidak sebanding dengan investasi modal.
Biaya produksi EV besar jauh lebih tinggi, terutama terkait paket baterai dan teknologi yang kompleks.
Kondisi regulasi yang berubah, termasuk penyesuaian insentif, berpengaruh terhadap daya tarik EV besar di pasar utama. Analis industri mencatat tren konsumen global yang lebih memilih kendaraan terjangkau atau range extender hybrid sebagai solusi praktik dibandingkan EV murni terutama untuk segmen kendaraan kerja dan perjalanan jauh.
Fokus pada Efisiensi Biaya & Volume Penjualan
Produksi ulang F-150 Lightning versi hybrid merupakan bagian dari upaya Ford mengurangi risiko biaya tinggi sambil mempertahankan kapabilitas kendaraan kerja yang kritikal di pasar Amerika Utara.
Model baru ini diharapkan menawarkan jarak tempuh lebih dari 700 mil dalam kombinasi tenaga listrik dan bensin, menjawab kekhawatiran konsumen terhadap range anxiety EV murni.
Selain itu, Ford berencana memperluas line-up hybrid di hampir setiap segmen dari SUV besar hingga kendaraan komersial yang biasanya membutuhkan daya tahan dan fleksibilitas tinggi menjadikannya pilihan yang lebih cocok dengan perilaku pembelian saat ini.
Dampak & Arah:
1. EV Kecil dan Terjangkau
Meski menunda EV besar, Ford tetap berkomitmen pada EV dari platform baru yang lebih ringan dan murah, seperti pickup menengah listrik yang akan diproduksi mulai tahun 2027 di pabrik Louisville, Kentucky.
2. PHEV / Hybrid di Segmen Berat
Untuk kendaraan besar dan kapabilitas tinggi, strategi hybrid dipandang lebih logis secara biaya dan permintaan pasar, terutama untuk konsumen yang memerlukan daya tarik dan jangkauan lebih dari EV tradisional.
3. Target Profit & Volume Jual
Ford menargetkan sekitar 50 persen volume penjualan globalnya berasal dari EV terjangkau, hybrid, dan EV jarak jauh pada tahun 2029. Pendekatan ini dimaksudkan untuk memperbaiki margin keuntungan di unit kendaraan electrified sambil mempertahankan pertumbuhan keseluruhan.
Perubahan strategi Ford ini menandai pergeseran industri otomotif global: dari dominasi EV murni menuju hybrid sebagai solusi transisi yang lebih praktis dan ekonomis.
Pendekatan Ford menekankan: Kebutuhan biaya modal yang lebih rendah. Keniscayaan kendaraan yang kompatibel dengan kebutuhan konsumen sehari-hariKemampuan produksi yang disesuaikan dengan tren pembelian aktual
Langkah ini tidak hanya mengubah peta produktivitas pabrik dan lini produk Ford, tetapi juga mencerminkan bahwa otomotif listrik bukanlah satu-satunya jawaban bagi semua segmen, terutama untuk kendaraan ukuran besar dan berat.





