Subang, Jawa Barat — Pembangunan pabrik manufaktur kendaraan listrik VinFast di Cibogo, Subang, yang baru saja diresmikan pada 15 Desember 2025, memicu kegaduhan di hari berikutnya.
Pada 16 Desember 2025, sekelompok warga mendatangi area pabrik untuk menuntut realisasi penyerapan tenaga kerja lebih memprioritaskan masyarakat lokal Subang. Aksi ini terekam dalam sebuah video yang tersebar luas di media sosial dan menjadi perbincangan publik.
Aksi Massa & Tuntutan “Jatah Lokal” Tenaga Kerja
Aksi warga itu bukan sekadar unjuk rasa biasa. Massa yang datang mendesak pihak VinFast untuk benar-benar memenuhi janji penyerapan tenaga kerja lokal di pabrik yang diklaim akan menyerap hingga 15.000 pekerja saat operasional penuh berjalan.
Dalam video yang beredar, massa tampak berkumpul di area pabrik dengan atribut khas, menyampaikan aspirasi terkait pekerjaan yang menurut mereka belum terealisasi setelah peresmian fasilitas. Hingga berita ini ditulis, manajemen VinFast Indonesia belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden tersebut.
Konflik Persepsi antara Lokal Prioritas dan Kompetensi
Debat publik pun berkembang di media sosial. Banyak netizen yang menanggapi aksi tersebut dengan keras, menilai rekrutmen layak dilakukan berdasarkan kualifikasi teknis dan kompetensi, bukan sekedar domisili calon pekerja.
Salah satu komentar publik bertanya apakah masyarakat sekitar benar-benar memenuhi syarat posisi yang dibuka oleh pabrikan.
Pendapat berbeda juga muncul, di mana sebagian netizen mencurigai bahwa ada kelompok tertentu yang memanfaatkan momentum aksi untuk kepentingan lain sebuah kritik yang mengarah pada kemungkinan praktik calo tenaga kerja.

Investasi Besar & Janji Penciptaan Lapangan Kerja
Pabrik VinFast yang berdiri di atas lahan seluas 171 hektare ini merupakan bagian dari investasi awal sekitar USD 300 juta atau setara ± Rp4,8 triliun, yang merupakan bagian dari rencana investasi jangka panjang hingga lebih dari USD 1 miliar.
Fasilitas ini diproyeksikan mampu menciptakan antara 5.000 hingga 15.000 lapangan kerja langsung pada kapasitas operasional penuh, serta ribuan posisi tak langsung di sektor industri pendukung.
Peresmian pabrik ini disambut sebagai tonggak penting dalam penguatan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia, sekaligus upaya peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dalam produksi otomotif modern.
Perusahaan juga menyiapkan kawasan pemasok lokal (supplier park) yang diharapkan memicu pertumbuhan pelaku industri lokal di Subang dan sekitarnya.
Kontroversi & Tantangan Sosial-Ekonomi
Aksi massa yang terjadi sehari pasca peresmian menyoroti kontradiksi antara harapan masyarakat dan realitas operasional industri besar.
Di satu sisi, investasi besar dipandang sebagai peluang untuk percepatan pertumbuhan ekonomi regional, penciptaan lapangan kerja, dan industrialisasi.
Di sisi lain, muncul kekhawatiran bahwa janji penyerapan tenaga kerja lokal belum terealisasi secara langsung dan memicu ekspektasi sosial yang tinggi.
Publikasi video aksi ini juga memicu perdebatan seputar citra investasi asing di Indonesia. Beberapa pihak berpendapat bahwa tindakan seperti ini justru dapat menciptakan persepsi negatif terhadap iklim investasi, terutama bagi perusahaan asing yang hendak berekspansi di dalam negeri.
Implikasi Industri Otomotif & Mobil Listrik Indonesia
Lebih luas lagi, insiden di Subang menunjukkan kompleksitas yang menyertai transformasi industri otomotif Indonesia menuju era kendaraan listrik.
VinFast bukan hanya menghadirkan fasilitas produksi mobil listrik, tetapi juga turut merancang roadmap lokalisasi produksi yang ambisius, termasuk peningkatan TKDN hingga lebih dari 40% dalam beberapa tahun mendatang.
Perjalanan industri EV di Indonesia kini memasuki fase yang lebih kritis tidak hanya soal teknologi dan produksi, tetapi juga harmonisasi hubungan antara perusahaan global dan komunitas lokal yang menjadi bagian dari ekosistem produksi.
Aksi massa yang menuntut “jatah pekerja lokal” di pabrik VinFast Subang sehari setelah peresmian mencerminkan ketegangan antara harapan ekonomi lokal dan strategi rekrutmen perusahaan.
Di tengah investasi besar yang berpotensi mendongkrak pertumbuhan industri kendaraan listrik nasional, tantangan sosial-ekonomi tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari proses pembangunan fasilitas otomotif masa depan.





